Sebagai
negara agraris dengan curah hujan yang cukup tinggi, Indonesia
sebenarnya memiliki potensi dalam pengembangan bisnis bidang peternakan.
Ada banyak spesies baik tumbuhan maupun hewan yang ditemukan di
nusantara kita ini. Namun demikian karena tata kelola yang belum
sepenuhnya tepat sehingga menjadikan negara ini belum bisa mencapai
swasembada pangan.
Salah satu jenis peternakan yang hingga kini masih sangat tinggi
potensinya adalah peternakan sapi. Berdasarkan keterangan yang didapat
dari Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) perkiraan
kebutuhan sapi nasional adalah sekitar 550 ribu ton pertahun semantara
negara ini hanya mampu menyediakan sekitar 300 ribu ton sapi. Angka
produksi daging sapi ini tentu masih sangat kurang untuk mencukupi
kebutuhan daging sapi yang diperkirakan mencapai 2,2 Kg / kapita.
Sehingga disinyalir, kebutuhan impor daging sapi mencapai 250 ribu ton
atau sekitar 45 % dari total keseluruhan daging sapi. kekurangan ini
tentu menjadi alasan mengapa peluang bisnis rumahan penggemukan sapi
sangat potensial.
.jpg)
Mengapa demikian? jelas karena Indonesia sedang mencanangkan swasembada
pangan yang hingga kini belum terlaksana. Dan karenanya Indonesia harus
mengimpor sapi dari negara lain. Mungkin anda masih ingat mengenai kasus
korupsi impor sapi. Terlepas dari polemik kasus tersebut, adalah
merupakan sebuah fakta bahwa kebutuhan sapi sangat urgent sehingga
dijadikan sebagai ladang korupsi.
Data dari BPS mengatakan, peternak sapi menurun sehingga berimbas pada
produksi sapi. Hal ini menjadi PR bagi pemerintah dalam meningkatkan
produksi nasional daging sapi dengan mengalakkan banyak penyuluhan dan
bantuan modal untuk bisnis rumahan sapi potong ini. Dan yang
menggembirakan dari bisnis rumahan sapi potong ini adalah bahwa konsumsi
daging nasional tertinggi pertama ditempati oleh daging sapi, sehingga
ketika anda memiliki sapi yang sehat sudah pasti akan terjual.
Dalam bisnis rumahan
sapi potong terdapat dua jenis metode yang seringkali digunakan yaitu
pembibitan dan pembesaran serta penggemukkan. Pada kesempatan kali ini
saya akan mengupas mengenai bisnis rumahan penggemukan sapi potong yaitu
memelihara sapi potong yang sudah cukup umur kemudian dijual kembali
dalam waktu yang tidak begitu lama. Metode ini memang terbilang
membutuhkan modal yang lumayan namun untungnya juga lumayan dan dapat
menghasilkan uang lebih singkat daripada pembibitan.
Cara menjalankan bisnis rumahan ini adalah dengan cara membeli bakalan
sapi yang berumur 2 - 2,5 tahun kemudian dipelihara selama 3-4 bulan.
Keuntungan akan lebih besar apabila sapi dijual pada saat idul Adha,
keuntungan bisa berlipat lipat. Namun demikian ada beberapa kendala yang
biasanya dihadapi oleh para peternak sapi diantaranya adalah :
- Bisnis rumahan penggemukan sapi membutuhkan modal yang lumayan besar
- Sulit mencari bakalan sapi yang berkualitas
- Biaya pakan yang tinggi
Untuk mengatasi permasalahan diatas, anda haruslah jeli. Anda bisa
mengajukan kredit pinjaman bank atau investasi guna menambah modal.
Sementara bakalan sapi bisa anda cari di beberapa peternakan dan harus
disesuaikan dengan keadaan lingkungan kita. agar margin keuntungan
semakin tinggi, maka anda harus pintar pintar dalam meminimalisir biaya
pakan.
Dari analisa sederhana diatas dengan meniadakan biaya lahan. Maka dapat
disimpulkan bahwa keuntungan dari usaha penggemukan sapi adalah Rp. 25.
Juta atau Rp. 6.250.000 / bulan. Dan ini dapat diperbesar ketika idhul
adha atau anda dapat menambah volume produksi.
Ditahun 2014 ini, Indonesia mencanangkan swasembada pangan yang
sejatinya telah ditarget pada tahun 2010 namun belum terlaksana. Semoga
kedepannya peluang bisnis rumahan ini dapat semakin berkembang sehingga
dapat mencukupi kebutuhna nasional dan tidak perlu impor.
Demikian artikel tentang Peluang Bisnis Rumahan Penggemukan Sapi Untung Melimpah semoga bermanfaat untuk anda. Salam sukses.
